Fariz Salman Alfarisi: Apakah Basmalah Merupakan Ayat dalam Surat Al-Fatihah?

Laman

18/09/12

Apakah Basmalah Merupakan Ayat dalam Surat Al-Fatihah?



Oleh: Asy Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-Utsaimin

Dalam permasalahan ini, para ulama berbeda pendapat. Di antara mereka ada yang berpendapat bahwa basmalah termasuk ayat dalam surat Al-Fatihah, harus dibaca jahr (dengan mengeraskan-pen.) Dalam shalat dan berpendapat tidak sah shalat tanpa membaca basmalah, sebab masih termasuk dalam surat Al-Fatihah. Sebagian ulama yang lain berpendapat bahwa basmalah tidak termasuk dalam surat Al-Fatihah. Namun ayat ini berdiri sendiri dalam Al-Quran.Inilah pendapat yang benar. Pendapat ini berdasarkan nash maupun jaringan ayat dalam surat ini.
Adapun dasar di dalam nash, telah diriwayatkan dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda bahwa Allah SWT berfirman,

"Aku telah membagi shalat (surat Al Fatihah) menjadi dua bagian, separuh untuk-Ku dan separuh untuk hamba-Ku. Bila ia membaca, 'Alhamdulillahirabbil' alamiin. ' Maka Allah berfirman, 'Hamba-Ku telah memuji-Ku.' Bila ia membaca, 'Ar-Rahmanir rahiim'. Maka Allah menjawab, 'Hamba-Ku telah menyanjung-Ku'.Bila ia membaca, 'Maliki yaumiddiin'. Maka Allah menjawab, 'Hamba-Ku telah mengagungkan-Ku'. Bila ia membaca, 'Iyyakana'budu waiyyaka nasta'iin'. Maka Allah menjawab, 'Ini adalah di antara aku dan hambaku'. Bila ia membaca, 'ihdinas shirathal mustaqim', maka Allah berfirman, 'Ini untuk hamba-Ku, akan Aku kabulkan apa yang ia minta.' "(HR. Muslim)
Ini semacam penegasan bahwa basmalah bukan termasuk dalam surat Al-Fatihah. Dalam kitab Ash-Shahih diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, ia berkata, "Aku pernah shalat malam bermakmum di belakang Nabi shallallahu' alaihi wa sallam, Abu Bakar, Umar dan Utsman radhiyallahu 'anhum.Mereka semua membuka shalat dengan membaca, "Alhamdu lillaahi rabbil 'alamin" dan tidak membaca; "Bismillaahirrahmaanirrahiim" di awal bacaan maupun di akhirnya. (Muttafaqun 'Alaihi).
Maksudnya mereka tidak mengeraskan bacaannya. Membedakan antara basmalah dengan hamdalah dalam hal dikeraskan dan tidaknya menunjukkan bahwa basmalah tidak termasuk dalam surat Al-Fatihah.
Adapun dari sisi bentuk dan maknanya, maka Al-Fatihah terdiri dari tujuh ayat dengan kesepakatan para ulama. Bila engkau ingin membagi ketujuh ayat dalam surat tersebut, kamu akan menemukan pertengahannya adalah firman Allah ta'ala,
إياك نعبد وإياك نستعين
Ini adalah ayat yang disebut oleh Allah, "Aku membagi shalat antara diri-Ku dan hamba-Ku dua bagian".
Karena (الحمد لله رب العالمين) adalah ayat yang pertama, (الرحمن الرحيم) ayat yang kedua, (مالك يوم الدين). Ketiga ayat ini merupakan hak Allah ta'ala. (إياك نعبد وإياك نستعين) adalah ayat keempat, yaitu sebagai pertengahannya dari dua bagian: bagian yang merupakan hak Allah dan bagian yang merupakan hak hamba.(اهدنا الصراط المستقيم) ini untuk hamba, begitu pula (صراط الذين أنعمت عليهم) untuk hamba, dan juga (غير المغضوب عليهم ولا الضالين).
Maka ketiga ayat untuk Allah adalah ketiga ayat yang pertama, dan ketiga ayat untuk hamba adalah ketiga ayat yang terakhir, dan satu ayat di antara hamba dan Rabbnya adalah ayat keempat yang ada di tengah.
Kemudian dari sisi bentuk dari sisi lafazh apabila kita katakan bahwa basmalah merupakan ayat dari surat Al-Fatihah, maka ayat yang ketujuh akan menjadi panjang seukuran dua ayat. Dan telah diketahui bahwa pada asalnya ukuran ayat yang terdekat itu hampir saling mendekati ukuran panjang pendeknya.
Dan yang benar dan tidak diragukan lagi bahwa basmalah tidak termasuk Al-Fatihah sebagaimana basmalah bukanlah merupakan bagian dari surat-surat yang lain.
(Diterjemahkan oleh Abu Umar Al Bankawy, dari Tafsir Juz'amma karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, terbitan Darul Kutub Ilmiyyah, Beirut, Lebanon)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar