------------------------------------------------------------
"Apa kata HAMKA mengenai Ahmadiyah dan yang sejenis"
------------------------------------------------------------
Sebuah kutipan dari buku HAMKA
untuk teman-teman hikmah@isnet.org
yang dikutip oleh luknanto@yogya.wasantara.net.id
Yogyakarta, 08 Desember 1996
------------------------------------------------------------
Buku Acuan: HAMKA (Hadji 'Abdulmalik bin Abdulkarim
Amrullah), 1956, "Peladjaran Agama Islam," Penerbit
"Bulan-Bintang," Djakarta, Tjetakan Pertama.
Catatan (luknanto@yogya.wasantara.net.id): (1) HAMKA
(almarhum) adalah salah seorang ulama besar dan seorang
susatrawan besar Indonesia, (2) Saya gunakan buku di atas
sebagai acuan karena pengarangnya orang cukup kompeten di
bidang agama Islam, (3) Mengapa buku sekuno ini (yang
diterbitkan saat saya baru |
08/05/12
Ahmadiyyah
06/05/12
Fenomena Habib Diduga Cabul dari Majlis Nurul Musthofa
Pengantar Redaksi:
Tulisan berikut ini diambil seutuhnya dari nahimunkar.com dengan judul asli Fenomena Habib Diduga Cabul dari Majlis NM yang dipublikasikan pada hari Jum’at tanggal 10 Februari 2012. Untuk keperluan di blog ini, singkatan nama orang dan lembaga ditulis utuh, misalnya Hasan tidak disingkat menjadi Has atau Nurul Musthofa tidak disingkat menjadi Nur Mus.
Fenomena
Habib Diduga Cabul
Dari Majlis Nurul Musthofa
BARU-BARU ini media massa memberitakan tentang sosok habib muda berinisial HA yang dilaporkan melakukan perbuatan cabul terhadap sejumlah anak-anak usia belasan tahun. Secara lebih spesifik, Arrahmah.com edisi 08 Februari 2012 menurunkan berita itu dengan judul “Diduga Homoseks dan lakukan pencabulan, Habib H dilaporkan ke polisi”. Sedangkan yustisi.com edisi 08 Februari 2012 mendeskripsikan habib H dengan uraian “berwajah ganteng dan sering kerahkan massa”.
Makna Allah menjadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi
Allah berfirman kepada para malaikat ketika akan menciptakan Adam, ''Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi''. (Al-Baqarah:30). Banyak kaum muslimin yang keliru dalam memahami ayat ini, yakni sebagai wakil/pengganti Allah dalam mengurus bumi. Makna khalifah yang benar adalah kaum yang akan menggantikan satu sama lain, kurun demi kurun, dan generasi demi generasi, demikian penjelasan dalam ringkasan Tafsir Ibnu Katsier
''Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: ''Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.'' Mereka berkata: ''Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?''. Tuhan berfirman: ''Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui''(Al-Baqarah:30)
AWAS KYAI PALSU BENTUKAN AMERIKA
Pengantar:Pagi ini, pada harian REPUBLIKA edisi Jum’at 01 Juli 2011, khususnya di rubrik Suarapublika ada sebuah surat pembaca yang ditulis oleh Hari Tanjung (Tanjung Barat, Jakarta Selatan). Intinya, penulis surat pembaca memohon penjelasan Kyai Haji Imam Ghazali tentang pernyataannya di hadapan pejabat Australia.
Sebagaimana diberitakan media massa, pada 3 Juni 2011, Diplomat dari Kementerian Luar Negeri Australia Greg Ralph mengunjungi Pesantren Mahasiswa An-Nur, Wonocolo, Surabaya, Jawa Timur pimpinan Kyai Haji Imam Ghazali Said. Pada kesempatan itu, Kyai Haji Imam Ghazali Said mengatakan bahwa pondok pesantren yang berafiliasi kepada pesantren Ngruki atau berafiliasi kepada Wahabi di Arab Saudi telah mencetak kader yang radikal. Sedangkan ponpes An-Nur yang dipimpinannya, tidak seperti itu.
Kyai Haji Imam Ghazali Said selain menjabat sebagai Wakil Rais Syuriah PC NU Surabaya dan dosen IAIN Sunan Ampel Surabaya, juga anggota jaringan The Wahid Institute. Ia pendukung Ahmadiyah. Lelaki kelahiran Sampang (Madura), pada 12 Februari 1960 ini pernah mengatakan: “…Ahmadiyah itu kawan saya, ikhwanuna fiddiin…” (Wahid Institute Networks, Senin, 26 Mei 2008 11:19)
Hari Tanjung dari Tanjung Barat juga mempertanyakan sikap Kyai Haji Imam Ghazali Said: “… apakah pantas seornag Muslim menuduh saudaranya di hadapan non-Muslim dengan tuduhan seperti itu, meski dalam rangka membela ponpes yang diipimpinnya?”
Surat pembaca tersebut telah mengingatkan kami akan sebuah tulisan berjudul AWAS KYAI PALSU BENTUKAN AMERIKA sebagaimana pernah dipublikasikan Tabloid SAPUJAGAT Nomor 17 Tahun IV, 10-25 Januari 2004, hal. 5. Selengkapnya kami turunkan di blog ini.
15/04/12
7 Orang Yang Akan Mendapat Naungan Allah Subhanahu Wata'ala di Hari Kiamat
Berkata Abu Hurairah r.a : bahwa Nabi saw telah bersabda:"Ada tujuh kelompok yang akan mendapat perlindungan Allah pada hari yang tiada perlindungan kecuali perlindungan-Nya.Mereka adalah pemimpin yang adil, anak muda yang senantiasa beribadah kepada Allah Azza wa Jalla,seseorang yang hatinya senantiasa dipertautkan dengan mesjid,dua orang yang saling mencintai karena Allah,yakni keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah,seorang laki-laki yang ketika dirayu oleh seorang wanita bangsawan lagi rupawan lalu ia menjawab: "Sungguh aku takut kepada Allah",seseorang yang mengeluarkan shadaqah lantas di-sembunyikannya sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diperbuat tangan kanannya,dan seseorang yang berzikir kepada Allah di tempat yang sunyi kemudian ia mencucurkan air mata". (H.R.Bukhary – Muslim)
Asy-Syafi’iy Bertabarruk dengan Kubur Abu Hanifah
Al-Khathiib Al-Baghdadiy rahimahulah meriwayatkan :
أخبرنا القاضي أبو عبد الله الحسين بن علي بن محمد الصيمري قال أنبأنا عمر بن إبراهيم المقرئ قال نبأنا مكرم بن أحمد قال نبأنا عمر بن إسحاق بن إبراهيم قال نبأنا علي بن ميمون قال سمعت الشافعي يقول اني لأتبرك بأبي حنيفة وأجيء إلى قبره في كل يوم يعني زائرا فإذا عرضت لي حاجة صليت ركعتين وجئت إلى قبره وسألت الله تعالى الحاجة عنده فما تبعد عني حتى تقضى
Telah mengkhabarkan kepada kami Al-Qaadliy Abu ‘Abdillah Al-Husain bin ‘Aliy bin Muhammad Ash-Shiimariy, ia berkata : Telah memberitakan kepada kamu ‘Umar bin Ibraahiim Al-Muqri’, ia berkata : Telah memberitakan kepada kami Mukarram bin Ahmad, ia berkata : Telah memberitakan kepada kami ‘Umar bin Ishaaq bin Ibraahiim, ia berkata : Telah memberitakan kepada kami ‘Aliy bin Maimuun, ia berkata : Aku mendengar Asy-Syaafi’iy berkata : “Sesungguhnya aku akan ber-tabarruk dengan Abu Haniifah. Aku akan datang ke kuburnya setiap hari – yaitu untuk berziarah - . Apabila aku mempunyai satu hajat, aku pun shalat dua raka’at lalu datang ke kuburnya untuk berdoa kepada Allah ta’ala tentang hajat tersebut di sisinya. Maka tidak lama setelah itu, hajatku pun terpenuhi” [Taariikh Baghdaad 1/123].
Kisah ini seringkali dibawakan untuk melegalkan amalan tabarruk kepada orang yang telah meninggal. Namun kisah ini tidak shahih. Asy-Syaikh Al-Albaniy rahimahullah berkata :
أخبرنا القاضي أبو عبد الله الحسين بن علي بن محمد الصيمري قال أنبأنا عمر بن إبراهيم المقرئ قال نبأنا مكرم بن أحمد قال نبأنا عمر بن إسحاق بن إبراهيم قال نبأنا علي بن ميمون قال سمعت الشافعي يقول اني لأتبرك بأبي حنيفة وأجيء إلى قبره في كل يوم يعني زائرا فإذا عرضت لي حاجة صليت ركعتين وجئت إلى قبره وسألت الله تعالى الحاجة عنده فما تبعد عني حتى تقضى
Telah mengkhabarkan kepada kami Al-Qaadliy Abu ‘Abdillah Al-Husain bin ‘Aliy bin Muhammad Ash-Shiimariy, ia berkata : Telah memberitakan kepada kamu ‘Umar bin Ibraahiim Al-Muqri’, ia berkata : Telah memberitakan kepada kami Mukarram bin Ahmad, ia berkata : Telah memberitakan kepada kami ‘Umar bin Ishaaq bin Ibraahiim, ia berkata : Telah memberitakan kepada kami ‘Aliy bin Maimuun, ia berkata : Aku mendengar Asy-Syaafi’iy berkata : “Sesungguhnya aku akan ber-tabarruk dengan Abu Haniifah. Aku akan datang ke kuburnya setiap hari – yaitu untuk berziarah - . Apabila aku mempunyai satu hajat, aku pun shalat dua raka’at lalu datang ke kuburnya untuk berdoa kepada Allah ta’ala tentang hajat tersebut di sisinya. Maka tidak lama setelah itu, hajatku pun terpenuhi” [Taariikh Baghdaad 1/123].
Kisah ini seringkali dibawakan untuk melegalkan amalan tabarruk kepada orang yang telah meninggal. Namun kisah ini tidak shahih. Asy-Syaikh Al-Albaniy rahimahullah berkata :
14/04/12
Wanita Lebih Diuntungkan Ketika Khamar Diharamkan
- Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Aku pernah menyuguhi Abu Ubaidah, Abu Thalhah, dan Ubay bin Ka’ab dengan tuak dan kurma. Kemudian ada orang yang datang dan mengatakan, “Sesungguhnya khamar telah diharamkan.” Lalu Abu Thalhah berkata, “Berdirilah hai Anas, lalu tumpah¬kanlah (khamr) itu.” Maka aku pun menumpahkannya. (HR. Bukhari)
- Dari Aisyah, Ummul Mukminin radhiyallahu ‘anha, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang tuak madu, lalu beliau bersabda, “Setiap minuman yang memabukkan adalah haram.” (HR. Bukhari)
Belas Kasih Sejati Kepada Wanita
Dari Urwah bin Zubair diceritakan bahwa ada seorang wanita mencuri pada zaman Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalaam di dalam Perang Fatah (Penaklukan Kota Makkah). Lalu kaum (keluarga) wanita tersebut mengadu kepada Usamah bin Zaid seraya memohon syafa’at (pertolongan) kepadanya. Kemudian, lanjur Urwah, ketika Usamah membicarakan dengan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalaam, maka wajah beliaupun berubah. Lalu beliau Shalallahu ‘alaihi wassalaam bertanya, “Apakah engkau berbicara denganku mengenai (dispensasi) dalam hal had (sanksi hukum) yang telah ditetapkan oleh Allah?” Usamahpun berkata, “Mohonkanlah ampunan untukku, Ya Rasulullah”. Kemudian petang harinya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalaam berdiri seraya berkhutbah. Beliau memuji Allah dengan sifat-sifat yang layak bagi-Nya. Lalu beliau bersabda, “Amma ba’du, sesungguhnya yang membinasakan orang-orang sebelum kalian tidak lain adalah karena mereka dahulu apabila orang terhormat di antara mereka mencuri, maka mereka membiarkannya. Namun apabila orang yang lemah di antara mereka mencuri, amka mereka melakukan had (sanksi hukum) terhadapnya. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, andaikata Fatimah Binti Muhammad mencuri, niscaya aku akan memotong tangannya.” Kemudian Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalaam memerintahkan agar wanita itu dipotong tangannya. Setelah itu wanita tersebut bertaubat dengan baik dan menikah. Aisyah Radhiyallahu’anha mengatakan, “setelah itu wanita tersebut datang kepadaku, lalu akupun melaporkan keperluannya kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalaam” (HR. Bukhari)
Khutbah Jum’at: Makna Islam
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدَ الشَّاكِرِيْنَ واَلصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مُحَمَّدٍ اَلْمَبْعُوْثِ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ اهْتَدَى بِهُدَاهُ وَعَمِلَ بِسُنَّتِهِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أًمَّا بَعْدُ؛ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَّرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ. مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ.
Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya berwasiat kepada diri saya sendiri dan kepada saudara-saudara sekalian, marilah kita tingkatkan Islam, iman dan taqwa kita kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala karena hanya dengan Islam, iman dan taqwa itulah kita akan mendapatkan kebahagiaan baik di dunia terlebih lagi Insya Allah Subhanahu wa Ta’ala di akhirat.
Untuk itu pada khutbah kali ini mengambil sebuah judul “MAKNA ISLAM”
As-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dalam kitab “Ushul Tsalatsah”, berkata:
اْلإِسْلاَمُ هُوَ اْلاِسْتِسْلاَمُ لِلَّهِ بِالَّتْوِحْيِد وَاْلاِنْقِيَادُ لَهُ بِالطَّاعَةِ وَاْلاِبْتِعَادُ عَنِ الشِّرْكِ.
“Islam itu ialah berserah diri kepada Allah dengan meMaha EsakanNya dalam beribadah dan tunduk dengan melakukan ketaatan dan menjauhkan diri dari syirik.”
Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam surat Al-Baqarah ayat 112:
“(Tidak demikian), bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah sedang ia berbuat kebajikan,maka baginya pahala pada sisi TuhanNya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”
Adapun sendi-sendi Islam itu ada lima sebagaimana yang telah disabdakan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim.
24 Kelemahan Buku Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi
Berikut adalah artikel yang telah ditranslasikan dari rekaman ceramah bedah buku yang berjudul “Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi, Mereka Membunuh Semuanya Termasuk Para Ulama” yang pernah disampaikan oleh Ustadz Ridwan Hamidi, Lc. MA pada kajian sabtu malam di Masjid Darul Ulum SMA 11 Yogyakarta. Sebelum menyampaikan bedah buku ini, Ustadz Ridwan Hamidi, Lc. MA juga telah diminta untuk membedah buku yang sama di Jakarta. Acara tersebut diselenggarakan oleh Kementrian Agama Bidang Litbang. Pada acara tersebut dihadiri oleh tiga orang pembicara diantaranya, Ustadz Ridwan Hamidi, Lc. M.A, DR. Harpandi selaku Rektor Universitas Al-Aqidah Jakarta, Abdul Moqsith Ghazali dari Jaringan Islam Liberal.
Buku ini diberi pengantar oleh Prof. DR. KH Said Aqil Siradj, MA yang merupakan ketua umum PBNU. Dalam pengantarnya disampaikan bahwa buku ini adalah sebuah sebuah buku yang secara ilmiah menguak kebenaran ramalan Rasululloh Shalallahu Alaihi wa Salam melalui sabdanya, akan lahir dari keturunan orang ini suatu kaum yang membaca Al-Qur’an tapi tidak sampai melewati batas tenggorokan, mereka keluar dari agama seperti anak panah tembus keluar dari badan binatang buruan, mereka memerangi orang Islam namun membiarkan para penyembah berhala.
Hal yang membuat buku ini semakin tersebar juga karena adanya testimoni dari beberapa tokoh diantaranya Arifin Ilham yang telah menyampaikan bahwa rumah-rumah setiap muslim perlu dihiasi dengan buku penting seperti ini agar anak-anak mereka juga turut membacanya untuk membentengi mereka dengan pemahaman yang lurus, Islam adalah agama yang lembut, santun dan penuh kasih sayang.
Kemudian testimoni lain juga hadir dari Ketua MUI Ma’ruf Amin yang menyampaikan bahwa buku ini l
Distorsi Pendapat Ibnu Taimiyah tentang Maulid Nabi
Ada orang yang menyangka bahwa Ibnu Taimiyah membolehkan Maulid lewat nukilan dari tulisan beliau pada Kitab Iqtidha Sirothol Mustaqim.
Saya ajak ikhwan semua untuk meneliti apakah yang dikatakan oleh yang bersangkutan memang benar atau hanya sebuah pengelabuan.
Kitab yang digunakan sebagai sandaran dalam hal ini adalah kitab Iqtidlaa’ Shiraathil-Mustaqiim karya Ibnu Taimiyah terbitan Darl fikr libanon.
Adapun terbitan yang saya gunakan sebagai pembanding adalah terbitan Maktabah Ar-Rusyd – Riyadl (terdiri dari dua jilid), tahqiq : Prof. Dr. Naashir bin ‘Abdil-Karim Al-‘Aql hafidhahullah.
Perlu diketahui bahwa pembahasan ini secara khusus untuk mengungkapkan pendapat Ibnu Taimiyah yang sebenarnya tentang Maulid, bukan bid’ah tidaknya Maulid.
Silahkan mendownload kitab Iqtidlaa’ Shiraathil-Mustaqiim agar tidak ada keraguan dan kecurangan dalam Pembahasan ini
Kalimat yang dinukil sebagai alasan bahwa Ibnu Taimiyah membolehkan Maulid adalah sebagai berikut :
فتعظيم المولد ، واتخاذه موسمًا ، قد يفعله بعض الناس ، ويكون له فيه أجر عظيم لحسن قصده ، وتعظيمه لرسول الله صلى الله عليه وسلم
“Adapun mengagungkan maulid dan menjadikannya acara rutin, segolongan orang terkadang melakukannya. Dan mereka mendapatkan pahala yang besar karena tujuan baik dan pengagungannya kepada Rasulullah SAW..”.
Mereka mengatakan ini terdapat didalam Kitab Iqtidha sirathal Mustaqim cet. Darul Fikr Lebanon th.1421 H hal 269.
Saya ajak ikhwan semua untuk meneliti apakah yang dikatakan oleh yang bersangkutan memang benar atau hanya sebuah pengelabuan.
Kitab yang digunakan sebagai sandaran dalam hal ini adalah kitab Iqtidlaa’ Shiraathil-Mustaqiim karya Ibnu Taimiyah terbitan Darl fikr libanon.
Adapun terbitan yang saya gunakan sebagai pembanding adalah terbitan Maktabah Ar-Rusyd – Riyadl (terdiri dari dua jilid), tahqiq : Prof. Dr. Naashir bin ‘Abdil-Karim Al-‘Aql hafidhahullah.
Perlu diketahui bahwa pembahasan ini secara khusus untuk mengungkapkan pendapat Ibnu Taimiyah yang sebenarnya tentang Maulid, bukan bid’ah tidaknya Maulid.
Silahkan mendownload kitab Iqtidlaa’ Shiraathil-Mustaqiim agar tidak ada keraguan dan kecurangan dalam Pembahasan ini
Kalimat yang dinukil sebagai alasan bahwa Ibnu Taimiyah membolehkan Maulid adalah sebagai berikut :
فتعظيم المولد ، واتخاذه موسمًا ، قد يفعله بعض الناس ، ويكون له فيه أجر عظيم لحسن قصده ، وتعظيمه لرسول الله صلى الله عليه وسلم
“Adapun mengagungkan maulid dan menjadikannya acara rutin, segolongan orang terkadang melakukannya. Dan mereka mendapatkan pahala yang besar karena tujuan baik dan pengagungannya kepada Rasulullah SAW..”.
Mereka mengatakan ini terdapat didalam Kitab Iqtidha sirathal Mustaqim cet. Darul Fikr Lebanon th.1421 H hal 269.
13/04/12
Perjalanan Hidup SA’D BIN MU’ADZ r.a
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam kepada Rasulullah SAW, dan aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya kecuali Allah, Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Wa Ba’du:
Ini adalah sebuah catatan ringkas dari riwayat hidup seorang tokoh terkamuka umat ini, siroh seorang pahlawan dan kesatria. Dia adalah salah seorang tokoh sahabat yang mulia dari shahabat Nabi. Kita akan memetik pelajaran berharga dan harum dari perjalanan hidupnya.
Shahabat Rasulullah SAW ini adalah seorang pahlawan dalam perang Badr, Uhud dan Khandak. Dia termasuk seorang yang tidak menghiraukan celaan orang yang mencela pada saat dia berda’wah di jalan Allah, Nabi Muhammad SAW memberitahukan bahwa dia termasuk seorang penghuni surga. ‘Arasy Allah yang Maha Rahman bergetar karena kematiannya. Dia masuk Islam di Madinah di tangan Mush’ab bin Umair RA.
Ibnu Hajar berkata: Dia adalah orang yang paling banyak berkahnya di dalam Islam dan dia memiliki keutamaan yang luar biasa. Imam Al-Zahabai menuliskan riwayat hidup beliau: Pemimpin besar, Al-Syahid Abu Anru Sa’d bin Mu’adz bin Al-Nu’man Al-Anshori Al-Ausi al-Asyhali. Dia seorang lelaki dengan kulit putih, bertubuh tinggi, gagah, berwajah rupawan dan berjenggot indah:1Aisyah berkata: Di Bani asyhal terdapat tiga orang yang tidak ada seorangpun yang lebih baik dari mereka, yaitu Sa’d bin Mu’adz, Ubaid bin Huadhair dan Abbad bin Bisyr.2
Hal-Hal Yang Harus di Ketahui Oleh Setiap Muslimah
11/04/12
Syi’ah bercerita tentang keyakinan mereka mengenai Ahlul Bait (keluarga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam).
Ahlul bait adalah: keluarga Ali, ‘Aqil,
Ja’far dan Abbas. Tidak diragukan lagi (menurut Ahlus Sunnah) bahwa istri-istri
nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam termasuk ahlul bait karena Allah subhanahu wa
ta’ala berfirman:
يَا نِسَاءَ
النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِنَ النِّسَاءِ إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلا
تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ
وَقُلْنَ قَوْلاً
مَعْرُوفاً. وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى وَأَقِمْنَ الصَّلاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ
وَأَطِعْنَ اللَّهَ
وَرَسُولَهُ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ
الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيراً
“Hai istri-istri Nabi, kamu sekalian tidaklah
seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kalian tunduk dalam
berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan
ucapkanlah perkataan yang baik, dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan
janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliah yang
dahulu dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan
Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu,
(hai) ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (QS. Al Ahzab:
32-33)
Ayat ini merupakan dalil yang sangat jelas bahwa
istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam termasuk ahlul bait (keluarga)
nya.
Ahlusunnah mencintai dan mengasihi ahlul bait,
mencintai dan mengasihi para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Akan
tetapi mereka (Ahlusunnah) juga meyakini bahwa tidak ada yang ma’shum melainkan
hanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di antara keyakinan mereka juga:
wahyu telah terputus dengan wafatnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak
ada yang
10/04/12
10 Tips Meningkatkan rasa Percaya Diri
Percaya Diri memberikan kita kebebasan untuk melakukan kesalahan dan mengatasi dengan kegagalan tanpa membuat diri kita tidak berharga. Jika kita memiliki rasa percaya diri, secara tidak langsung dapat meningkatkan rasa percaya diri orang lain juga.
Selain itu, kebanyakan orang segan untuk mengembalikan sesuatu hal yang dilemparkan oleh seseorang yang gugup, meraba-raba dan terlalu menyesali yang telah diperbuat. Di lain pihak, anda mungkin dengan cepat terpengaruhi oleh seseorang yang berbicara dengan jelas, yang lebih mengutamakan pikiran yang jernih, yang menjawab pertanyaan dengan pasti, dan selalu siap dan tidak malu mengakui jika dia tidak mengetahui tentang suatu hal.
jadi berapa tingkat Kepercayaan Diri anda jika bisa dinilai dengan skala 1-10? Apakah Anda termasuk memiliki kepercayaan Diri yang rendah? ada berita bagus untuk anda, ternyata rasa Percaya Diri dapat ditelaah dan dibangun.
Mari kita mulai proses membangun rasa Percaya Diri. Mohon diingat tidak ada solusi instant untuk itu. Namun seperti kata pepatah; "Practice make a man perfect." Jadi yang harus Anda lakukan adalah mencoba dan mengimplementasikan tips berikut dalam kehidupan sehari-hari.
1. Kenali rasa ketidaknyamanan Anda
Kita semua memiliki rasa ketidaknyamanan. Bisa muncul karena jerawat di muka anda, selalu menyesali, tidak nyaman pada teman-teman anda. Memberikan nama pada sesuatu hal yang dapat membuat anda merasa tidak
jadi berapa tingkat Kepercayaan Diri anda jika bisa dinilai dengan skala 1-10? Apakah Anda termasuk memiliki kepercayaan Diri yang rendah? ada berita bagus untuk anda, ternyata rasa Percaya Diri dapat ditelaah dan dibangun.
Mari kita mulai proses membangun rasa Percaya Diri. Mohon diingat tidak ada solusi instant untuk itu. Namun seperti kata pepatah; "Practice make a man perfect." Jadi yang harus Anda lakukan adalah mencoba dan mengimplementasikan tips berikut dalam kehidupan sehari-hari.
1. Kenali rasa ketidaknyamanan Anda
Kita semua memiliki rasa ketidaknyamanan. Bisa muncul karena jerawat di muka anda, selalu menyesali, tidak nyaman pada teman-teman anda. Memberikan nama pada sesuatu hal yang dapat membuat anda merasa tidak
Memahami Kata “Sunnah”
Saudaraku… berapa banyak diantara
kaum muslimin yang terjatuh pada kesalahan dalam ibadah karena pemahaman yang
salah pada istilah syari’at yang digunakan. Semisal orang yang mencukupkan
sholat dengan berdoa tanpa gerakan yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi
wa sallam karena mereka memahami kata sholat secara bahasa yang berarti
doa. Salah satu istilah yang juga bisa berakibat fatal dalam pelaksanaan ibadah
seorang muslim adalah pemahaman mereka dengan kata “sunnah”. Sebagai contoh,
ketika seseorang mengingatkan saudaranya untuk tidak isbal (isbal: menjulurkan
celana sampai di bawah mata kaki) ternyata jawabannya, “Itu bukannya sunnah
ya?” Padahal tidak isbal adalah termasuk sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi
wa sallam yang wajib dilaksanakan oleh setiap laki-laki.
Ketahuilah saudaraku, kaidah penting
yang harus kita pahami bahwa setiap kata yang datang dari Allah dan Rasul-Nya
harus kita maknai dengan makna syar’i dan bukan dengan makna bahasa.
Sunnah Secara Bahasa
Sunnah secara bahasa bermakna metode
(thoriqoh), jalan (sabiil). Salah satu dalil yang menunjukkan
makna ini adalah hadits dari Abu ‘Amr Jarir ibn ‘Abdillah radhiallahu ‘anhu
bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
30/03/12
Tradisi Hutang dan Korupsi di Negri Indonesia

Kebiasaan berutang terakumulasi sejak dahulu hingga saat ini. Total utang Indonesia jika mencapai Rp 2.000 triliun artinya setiap penduduk Indonesia akan menanggung utang lebih dari Rp 8 juta.
Penambahan utang baru di tengah memanasnya pemberitaan kasus korupsi pajak yang dilakukan Gayus Tambunan dan Dhana Widyatmika dinilai sungguh menyakitkan.
Demikian hasil riset Kebocoran Pajak dan Perangkap Utang yang dilakukan Perkumpulan Prakasa seperti dikutip detikFinance, Kamis (15/3/2012).
29/03/12
Qunut Shubuh Dalam Tinjauan Sunnah
Telah menjadi perkara yang diketahui
bahwasanya Indonesia merupakan negeri yang subur hingga ibarat tongkat dan kayu
pun bisa menjadi tanaman, nah ini merupakan perkara yang wajib kita syukuri.
Namun satu hal yang mengenaskan jika bid’ah pun berkembang dengan subur di
negeri ini.
Bertolak dengan keadaan seperti ini, pada kali ini kami akan manjelaskan salah satu bid’ah yang telah berkembang di Indonesia, yakni pelaksanaan qunut shubuh secara terus menerus., bahkan sebagian masyarakat menganggap jika seorang lupa melakukan qunut shubuh maka menggantinya dengan sujud sahwi pada akhir rakaat.
Padahal kebid’ahan mereka bersumber pada hadits yang dhaif, sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Muhammad Nashirudin Al Albani dalam Silsilah Hadits Adh Dhaifah Wa Maudhu’ah no. 1238 halaman 384.
Anas bin Malik Radhiyallahuanhu pernah berkata :
“Rasulullah Shallallahu alaihi Wasallam melakukan senantiasa qunut shubuh sampai beliau menuinggal dunia.”
Bertolak dengan keadaan seperti ini, pada kali ini kami akan manjelaskan salah satu bid’ah yang telah berkembang di Indonesia, yakni pelaksanaan qunut shubuh secara terus menerus., bahkan sebagian masyarakat menganggap jika seorang lupa melakukan qunut shubuh maka menggantinya dengan sujud sahwi pada akhir rakaat.
Padahal kebid’ahan mereka bersumber pada hadits yang dhaif, sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Muhammad Nashirudin Al Albani dalam Silsilah Hadits Adh Dhaifah Wa Maudhu’ah no. 1238 halaman 384.
Anas bin Malik Radhiyallahuanhu pernah berkata :
“Rasulullah Shallallahu alaihi Wasallam melakukan senantiasa qunut shubuh sampai beliau menuinggal dunia.”
25/03/12
Lemah lembut dan manahan amarah
Kelemahlembutan adalah akhlak mulia. Ia berada
diantara dua akhlak yang rendah dan jelek, yaitu kemarahan dan kebodohan. Bila
seorang hamba menghadapi masalah hidupnya degan kemarahan dan emosional, akan
tertutuplah akal dan pikirannya yang akhirnya menimbulkan perkara-perkara yang
tidak diridhoi Allah ta’ala dan rasul-Nya. Dan jika hamba tersebut
menyelesaikan masalahnya dengan kebodohan dirinya, niscaya ia akan dihinakan
manusia. Namun jika dihadapi dengan ilmu dan kelemahlembutan, ia akan mulia di
sisi Allah ta’ala dan makhluk-makhluknya. Orang yang memiliki akhlak lemah
lembut, insya Allah akan dapat menyelesaikan problema hidupnya tanpa harus
merugikan orang lain dan dirinya sendiri.
Melatih diri untuk dapat memiliki akhlak mulia ini dapat dimulai dengan menahan diri ketika marah dan mempertimbangkan baik buruknya suatu perkara sebelum bertindak. Karena setiap manusia tidk pernah terpisahkan dari problema hidup, jika ia tidak membekali dirinya dengan akhlak ini, niscaya ia gagal untuk menyelesaikan problemanya.
Demikian agungnya akhlak ini sehingga rasullah memuji sahabatnya Asyaj Abdul Qais dengan sabdanya :
“Sesungguhnya pada dirimu ada dua perangai yang dicintai Allah yakni sifat lemah lembut (sabar) dan ketenangan (tidak tergesa-gesa)”. (HR. Muslim)
Melatih diri untuk dapat memiliki akhlak mulia ini dapat dimulai dengan menahan diri ketika marah dan mempertimbangkan baik buruknya suatu perkara sebelum bertindak. Karena setiap manusia tidk pernah terpisahkan dari problema hidup, jika ia tidak membekali dirinya dengan akhlak ini, niscaya ia gagal untuk menyelesaikan problemanya.
Demikian agungnya akhlak ini sehingga rasullah memuji sahabatnya Asyaj Abdul Qais dengan sabdanya :
“Sesungguhnya pada dirimu ada dua perangai yang dicintai Allah yakni sifat lemah lembut (sabar) dan ketenangan (tidak tergesa-gesa)”. (HR. Muslim)
23/03/12
Apakah Setiap Amal yang Tidak Dilakukan di Jaman Nabi Disebut Bid'ah?
Ada dua pendapat
’ekstrim’ terkait dengan bahasan ini. Satu pendapat mengatakan bahwa segala
sesuatu yang tidak dikerjakan di jaman Nabi shallallaahu
’alaihi wasallam tidak bisa disebut bid’ah. Ini tergantung niat atau
bentuknya. Jika niat atau bentuknyanya (mereka anggap) baik, maka jadilah ia
bid’ah yang baik (bid’ah hasanah). Bisa dikatakan, tidak ada kamus bid’ah dalam
bahasa syari’at mereka. Pendapat ini dianut oleh kebanyakan penggemar bid’ah.
Adapun pendapat lain mengatakan bahwa segala sesuatu yang tidak dikerjakan di
jaman Nabi shallallaahu ’alaihi wasallam,
maka itu disebut bid’ah secara mutlak.[1][1]
Dua pendapat ini
keliru. Ada satu kaidah yang sangat penting (dalam mengenal bid’ah) yang perlu
kita perhatikan sebagai berikut :
Langganan:
Postingan (Atom)